perang hati

bukannya aku ga bisa jawab pertanyaan itu, hanya saja ada yang janggal dari pertanyaan itu. seolah engkau mempertaruhkan hubungan kita dalam pertanyaan itu. layaknya drupadi yang dipertaruhkan oleh suaminya, yudistira, di atas meja judi. ketika tangis pecah di antara kita…percabangan pikir kita menjalar pada lekuknya tanpa kendali. dan dalam kesadaran pelan kita tak tahu kata mana yang musti keluar dari mulut-mulut kita. masing-masing kita bertahan seolah menyalahkan satu sama lain. kau dengan pikirmu, begitu juga aku. kita bicara dengan bahasa yang sama namun berbeda maknanya. entahlah, emosi berkuasa dan kita tinggallah raga yang kehilangan daya otaknya. bukan tentang delapan bulan yang bakal hilang begitu saja jika emosi meraja, namun tentang bisakah aku berjalan tegak lagi jika semuanya sia? aku pincang tanpamu, bu.

Notes