entah…keberanian atau ketakutan yang membuatku menanya satu tujuan. namun, saat itu aku tak mengenal ragu, hanya dua pilihan: ya atau tidak; melangkah atau mundur; lengkap dengan segala konsekuensinya.

pernahkah kau merentang kemungkinan raguku dalam setiap bincang kita?

dalam diam panjang kita kemaren, aku tak lagi ingin bertanya: aku harus bagaimana, karena aku ingin menunggu maumu aku sudah meninggalkan secuil kisah lalu….dan tak perlu lagi aku mengulangnya.

aku bukan orang yang baek dan tidak ingin kamu kecewa akan hal itu.

Notes